My Rainbow Dreams

Just Blogger Templates

Senin, 01 Agustus 2011

Sampai Menutup Mata (cerpen)



“Rio balikin ga ikat rambut gue” ucp seorang gadis sambil memegang rambutnya agar tidak tergerai

“Gue ga bakal balikin sebelum gue ngeliat rambut loe digerai”

“ahh,, ga lucu Rioooo, balikiiiin.!”ucap gadis itu seraya berlari mengejar pemuda yang mengambil ikat raambutnya itu...

saat Rio tengah berlari, tiba2 seorang gadis dengan gaya tomboy menghampiri rio..

“Rio..mau bantuin gue ga? Pr ipa gue belum selesai nih.. Gue belum ngerti.. ya ya. pliss “ pinta gadis tersebut, ,shilla hanya memperhatikan mereka dari belakang

“emmhh, nii shill ikat rambut loe” ucap Rio seraya melemparkan ikat rambut shilla kebelakang, dan berlalu pergi meninggalkan shilla yang masih diam mematung, shilla pun mengambil ikat rambutnya yang tergeletak dilantai, sambil menatap Rio yang tengah berjalan dengan –agni-

“suatu saat nanti, loe pasti akan tau yo, kenapa gue ga pernah lepas ikat rambut gue dan ga pernah biarin rambut gue terurai, loe akan tau nanti” batin shilla, lalu ia beranjak pergi kedalam kelas..

**skip**

Shilla tengah terduduk di tempatnya, sembari membaca novel karangan penulis favoritenya., terlihat seorang pemuda tampan berjalan menghampirinya,

“Hai shill, udh selesai PR nya?” tanya nya sedikit basa-basi

“udah” jawab shilla sedikit ketus yang masih terpaku pada novelnya

“chieelaahh, ngambek nii ye” ucp Rio seraya mencolek (?) dagu shilla

“issh, apaan sih”

“lagian Cuma gitu aja ngambek, gue kan Cuma bercanda shill, maaf deh”

“tapi bercanda loe keterlaluan Rio”

“iya deh, gue minta maaf, emang knapa sih loe ga suka digerai? Padahal loe kan kalo digerai cantik shill”

“kaya loe pernah liat rambut gue digerai aja”

“ya ga sih, hehe” ucp rio seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

“gue tuh ga suka digerai, malahan nih yaa, gue mau potong rambut kaya loe”

“GILA loe” ucp RIO terkaget-kaget(?)

“ga usah segitunya kalee..”

“hehe” ucap Rio yang hanya cengengesan

**skip**

Shilla berjalan gontai melewati satu per satu anak tangga menuju kamarnya yang kebetulan terletak dilantai atas. Sesampainya dikamar shilla langsung duduk dikursi meja rias dikamarnya, seraya melepaskan ikatan rambutnya.

“gue takut, gue takut ga menjadi wanita seutuhnya” ucap shilla seraya mengumpulkan helai demi helai rambut yang rontok, shilla menggengam keras rambutnya, didapatnya lagi helaian rambut yang rontok, shilla pun menangis tersedu.

**skip**

Shilla berjalan melewati koridor sekolah. Tiba2

“duaaarrrr”

“akh Rio, ga lucu, jantungan nih gue nanti”

“hahaha, sorry sorry”

**skip**


Terlihat dua orang gadis tengah brbicara bersama di kantin, _shillagni_


“iya shill, gue tuh suka banget sama dia, emang sih gue sama dia lmayan akrab, tapi kayaknya dia ga suka sama gue, bahkan dia lebih perhatian sama cewek lain”

“apa yang dimaksud agni itu Rio? Pliss ag, jangan loe sebut nama itu didepan gue” batin shilla

“loe coba aja nyatain aja perasaan loe ke dia”

“tapi shill, masa gue yang nembak dia duluan, mau ditaro dimana muka gue?”

“diselokan, hhaaha, peace, tapi menurut gue ga ada salahnya lho, demi cinta gitu lho”

“huuhh, yaa tapi kalo ditolak gimana?”

“belum dicoba, siapa tau dy juga suka sama loe”

“iya juga sih, hhehe”

“emang siapa cowo yang loe suka ?” tanya shilla, tiba2 agni beranjak dari posisi duduknya sambil memanggil 

Rio yang nampak terlihat di depan ruang musik

“duluan ya shill, ada hal penting, urusan mendadak, oya thanks atas masukan nya tadi.. hhehe”

“tuhh kan bener, pasti yang loe maksud itu Rio kan ag? Arrrgghh , agnii gue kan ga mau denger itu”

**

Rio sedang asyik mengobrol bersama agni, shilla hanya menatap mereka  -cemburu-, shilla memang sahabat Rio sejak kecil, tp tidak salah bukan jikalau benih-benih cinta itu tumbuh dihati shilla? Shilla memang menyayangi Rio, bahkan mencintai Rio, tapi shilla tak pernah berani untuk mengungkapkannya pada Rio, dan tak berniat untuk memiliki Rio

Shila brjalan gontai kearah taman belakang sekolah, shilla pun duduk dikursi taman terseut, shilla pun bersenandung kecil

Embun dipagi buta
Menyebarkan bau basah
Detik demi detik ku hitung
Inikah saat ku pergi

Oh tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan kusakiti dia
Hukum aku bila terjadi

Aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta

Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau

Tiada dusta sumpah kucinta
Sampai kumenutup mata.

Cintaku sampai ku menutup mata..

**

Tak tersadar butiran2 air bening mengalir di sudut mata shilla, shilla menangis pilu di halaman tsb, ia meringkuk, membiarkan dirinya tenggelam dalam isakan tangisnya., membuang semua penat didalam hati.. merilekskan pikirannya, setelah dirinya merasa puas mengeluarkan  tangisannya dan setelah merasa dirinya sudah tenang, ia pun kembali kedalam kelas. Karna rasanya sebentar lagi bel menandakan istirahat kali ini telah usai akan berbunyi, shilla berjalan gontai kearah kelas, sambil menghapus air matanya, Rio yang heran melihat sahabatnya itupun menghampirinya.


“loe kenapa shill?” ucapnya lembut pada shilla yang terkesan sangat khawatir

“emmh, gpp kok.” Ucap shilla berbohong

“bohong, loe abis nangis kan? Ya kan? Loe nangis kenapa? Ada masalah? Cerita aja sama gue gue siap dengerinnya kok”

“tapi gue yang belum siap cerita sama loe” ucp shilla ketus, lalu meninggalkan rio yang masih diam mematung

“aneh” gumam Rio, lalu menyusul shilla utk masuk kedalam kelas

**

Hari semakin larut, tapi bintang masih dengan setia menemani bulan untuk menerangi gelapnya malam, sang pencipta memanglah sangat adil, bintang diciptakan utk selalu menemani bulan setiap sang matahari selesai bertugas,
Shilla menatap langit sambil tersenyum penuh arti

“andai kau tahu bintang, aku disini selalu mencintaimu, walau hanya sebatas mimpi utk memilikimu..” gumam shilla.

Bintang yang shilla maksud adalah orang yang selama ini shilla sayangi, ia selalu menemani hari2 shilla, seperti layaknya tugas bintang pada bulannya. Bintang itu sudah membuat hari-hari shilla menjadi berarti, sangatlah berarti. Bintang itupun sudah menjadi penyejuk jiwa shilla, dan pemberi kekuatan disetiap deru nafas shilla.. andai bintang itu tahu, bahwa tugasnya tak akan lama lagi mendampingi sang bulan –shilla-

“sangatlah mudah dicintai, namun sangatlah susah untuk diraih..” ucp shilla seraya menengadahkan tangannya hendak merih bintang itu, tapi tentulah tidak tergapai. Shilla pun mengurung niatnya utk menetap lama dihalaman depan rumahnya itu, suasana semakin dingin, ia pun segera masuk kedalam rumahnya utk menghangatkan tubuh, ditemani dengan secangkir coklat hangat shilla memandang photoframe yang terdapat 3 sahabat digambar itu. ( shilla,Rio,agni). Shilla tersenyum simpul sembari meneguk coklat tsb.

**skip**

“arrgghh.. sakitt” geram shilla sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit seperti ditusuk2 oleh berpuluh2 jarum,

“arrrggghhh”

Hitam gelap, semua menjadi gelap, pandangan mata shilla kabur entah kemana, lalu terjatuh pingsan, shilla pun segera dilarikan kerumah sakit, dan untuk hari ini shilla izin utk tidak masuk sekolah terlebih dahulu dikarenakan kondisi shilla yang semakin lemah. Agni sahabatnya pun menjenguk shilla, kecuali Rio. Dikarenakan tepat hari ini rio sedang mengikuti pertandingan basket tingkat nasional.


“shill, loe gpp?” ucap agni yang terlihat sangat khawatir saat shilla siuman dari pingsannya.

“gpp kok..” ucap shilla sambil tersenyum lirih, “oh ya ag, selamat ya, pasti loe udah jadian sama Rio,” lanjut shilla

“maksud loe apa? Rio? Kok Rio?”

“lah yang waktu itu loe cerita, cowok yang loe maksud itu Rio kan??”ucap shilla, agni hanya mengernyitkan dahi

“gue suka sama Rio anak begadulan itu? Oh NO.”ucap agni sambil bergidik geli,shilla hanya tertawa kecil melihat tingkah agni

**skip**


“maksud loe ag?”

“iya gue dah tau semua ttg penyakit loe, kenapa sih loe ga mau cerita dari awal sama gue shill?”

“maaf ag, tapi gue mohon jangan kasih tau ttg penyakit gue ini ke rio”

“iya deh, yang ga mau prince nya tau mah”

“ish, maksud loe apaan sih?” ucp shilla yang nampak tersipu, pipinya merah merona (?) #apadahh# dan menjadi salting

“cheuilehh shilla, udah kaya kepiting rebus aja loe ah, ahaha :D, lagian gue udah tau dari awal kalee..loe suka kan sama
Rio? Hayyoo ngaku!”

“akh tau akh” shilla pun menjadi salting

**skip**

Beberapa hari kemudian shilla sudah diperbolehkan pulang dan kembali beraktivitas disekolah, walaupun begitu, sedikit demi sedikit kegiatan harus ia kurangi demi kestabilannya.

“loe kemana aja shill? Kok ga sekolah beberapa hari terakhir ini?”tanya Rio terlihat sedikit khawatir, “muka loe pucat gitu, loe sakit?” lanjutnya

“emmh, gpp kok yo, Cuma kecapekan aja, kegiatan gue minggu2 ini banyak yo, jadi makanya gue beberapa hari yang lalu gue istirahat, kecapekan,hehe, biasa kurang istirahat”

“makanya seimbangin antara aktivitas sama istirahat, kan kalo loe sakit, banyk yg khwatir, termasuk gue.” Ucp Rio, shilla hanya mengangguk mengerti.

**skip**

Shilla berjalan menuju perpustakaan, tiba2 ada seseorang yang menabraknya

“au” rintih shilla sambil memegangi kakinya yang sedikit lecet,

‘aduhh maaf ya, gue anterin ke UKS yuk.”ucp cowok tersebut

“ga ush, gue bisa sendiri”

“kenalin gue cakka”ucp cowok tersebut seraya mengulurkan tangannya

“shilla” ucp shilla seraya membalas uluran tangan cakka

setelah tragedi tadi, dan setelah kakinya sudah diobati, shilla berniat utk membeli makanan kecil dikantin, saat ia hendak ke kantin, shilla melihat rio dan agni sedang asyik bercanda tawa berdua terlihat sangat lepas, shilla hanya menatap mereka iri, satu tetes air mata pun jatuh dari mata shilla, shilla segera menghapusnya lalu mengurung niatnya kembali utk kekantin dan berlalu pergi.

**skip**
Drrtt drrtt ddrrtt
1 new message

From : Riostevadit
Shill, ke taman ya jam 4 sore nanti, gue tunggu ojhe,

_MarioyangGanteng_

**

To : Riostevadit

Oke,
Ga usah pake ganteng, mau muntah bacanya, hehe, peace -,-V yo

**

From : Riostevadit

Ughhtt, yaudh deh. Don’t forget

**

To : Riostevadit

Iyee, bawel

**

Waktu yang sudah dinanti nantikan pun datang, Rio sudah menunggu shilla ditaman terlebih dahulu, tp berselang beberapa menit shilla pun hadir

“ada apa yo?”

“gue suka sama loe, sebenernya gue udah ska sama loe sejak awal, gue sayang sama loe, loe mau ga jadi pengisi hati gue?” ucap Rio sembari memegang tangan shilla. Shilla menatap rio heran, apa benar Rio menyukainya?

“ekhm, gimana shill? Bagus ga? Aduhh gue gemeteran nih, gue mau nembak agni tapi gue masih gugup”
DEGGHH shilla tertegun mendengar rio akan menembak agni sore ini, dihadapannya?

“ya tuhaan, aq ga sanggup liat semua itu”batin shilla, shilla terlihat menahan air matanya.

“loe rileks aja, bawa enjoy ajalah..”ucp shilla pura2 bijaksana padahal hatinya sudah remuk

“aduhh, iya deh, emmh, ntar malem loe ikut gue ya shill, gue mau nembak agni, datang ya nanti malam jam 8 oke, bye shill” ucp rio lalu pergi mninggalkan shilla yang masih mematung tak bergeming

“aduhh yo, loe ga mikirin perasaan gue banget sih, loe mau nembak cewek lain di depan gue?’ ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri “ohh god, aq ga sanggup” lanjutnya

**skip**

Senja kini sudah berganti malam, detik demi detik dilewati, dan tepat jam 8 kurang 5 menit shilla menuju ketaman, rio dan shilla pun akhirnya menunggu ditaman, bberapa menit kemudian pun agni orang yang ditunggu-tunggu datang, tapii mengapa ia bersama seorang pria?

“cakka?” ucap yoshill berbarengan

“ag, kok loe bareng cakka?”,

“oh ya, gue lupa kenalin ini cakka, cowok gue.” Terang agni, rio pun tersentak kaget, padahal niatnya malam ini ia akan menyatakan perasaannya pada agni.

“oh ya yo ada apa suruh gue kesini ?”

“emh, gajadi deh, loe mau jalan kan sama cakka? Yaudh loe pergi aja”

“beneran? Serius?”

"iya"

“oke, byee yo” ucap agni seraya meninggalkan rio dan shilla ditempat

**

“heufft, shill, agni nolak gue”

“kata siapa ditolah? Toh loe belum nyatain perasaan loe ke agni kan? Nyantai aja”

"ya, tapi masa gue nyatain ke agni tadi, kan ga mungkin, dia udah punya pasangan begitu"

"sabar ya, yo, didunia ini cewek masih banyak kok, tenang" ucap shilla, Rio hanya tersenyum miris, "emmh, yo" lanjut shilla

"iya, kenapa?"

"gue mohon, malam
 ini aja, kita habisin waktu berdua, gue kangen sama loe, udah lama kita ga brduaan kaya dulu" ucap shilla seraya berjalan kearah kursi taman lalu duduk,, diikuti rio yang ikut duduk juga. shilla pun melepaskan ikat rambutnya dan membiarkan rambutnya tergerai.

"loe pernah bilang sama gue kalo loe pengen liat rambut gue tergerai kaya gini, udah kan? loe mau tau alasan kenapa gue slalu ikat rambutnya? karna rambut gue rontok yo"

"makanya cari shampo tuh yang bener, cari yang bikin rambut kuat, anti rontok, kaya gue dong. hitam,bersih,kuat daan indah" ucap Rio dengan PDnya sambil mengibas2kan rambutnya yang tidak panjang itu. shilla hanya tersenyum melihat tingkah Rio.

"kalau ada sampo yang bisa bikin gue ga rontok lagi, berapapun harganya akan gue bayar yo, tapi masalahnya ga ada, gak akan ada" batin shilla, shilla pun menyenderkan kepalanya ke bahunya rio tanpa seizin sang empunya,

"loe kenapa sih shill? keliatannya loe berubah, jadi sedikit pendiam, dan lemah"

"gue masih sama kok, masih shilla yang dulu," jawab shilla

"masih shilla yang penyakitan dan shilla yang lemah"lanjutnya dalam hati.

**

seusai pulang dari taman, shilla menjalani proses kemotherapy , dirumah sakit, tepat pada malam ini.

**

From : AgniTN
yo, buruan loe temuin shilla sebelum terlambat, sebenernya, gue nyembunyiin sesuatu dari loe, shilla suka sama loe temui dia sekarang, sebelum loe menyesal dikemudian hari

**

To : AgniTN
maksud loe apa sih ag?

**

From : AgniTN
temui shilla sekarang marioooottt,

**

To : AgniTN
udah malam, besok sajalah, udah akh, gue mau tidur
bye,

**

penolakan dari tubuh shilla semakin menjadi, setelah obat-obat keras cairan kimia itu menyatu dalam darah 
shilla, mengalir ditubuhnya. dan shilla -KOMA-

**

2 minggu kemudian
Rio,alvin dan cakka sedang asyik berbincang didepan kelas, tiba2 agni menghampiri mereka,

"yo, temui shilla"

"utk apa? sepertinya shilla udah mulai lupain gue, buktinya saja shilla gak pernah kabarin gue"

"gue bilang temui shilaaa, dirumahnya, sekaranggg, cepetan, loe sayang kan sama dia? cepetan yo"
Rio pun berfikir sejenak lalu memutuskan utk izin keluar sekolah, dengan lihainya Rio mengendarai cagiva andalannya itu

**

sesampainya dirumah shila,
terlihat sunyi, yang Rio lihat hanyalah pembantu shilla, Rio pun berniat menghampiri pembantu shilla.

"mbo, shillanya ada?"

"no,non,shi,shillanya emh'

"mbo, shillanya mana? ada gak?"

"temui tempat ini, shilla ada disana"


**
TPU

"tante, Om" ucap Rio saat melihat orang tua shilla

"shilla ada om?, tan?" lanjutnya, tapi orang tua shilla tetap tak bergeming, ternyata saat dilihatnya agni juga sudah berada disana, agni memberi isyarat, menyuruh Rio melihat batu nisan yang terpasang dimakam itu,,Rio mendelik saat dilihatnya nama yang tertera di batu nisan tsb. Rio tertegun menatap nama itu, "ashilla zahrantiara" setetes air mata jatuh dari sudut mata Rio, ia terduduk seraya memegangi batu nisan 
dihadapannya itu,

"sabar ya yo, maksud sms gue malam itu ya ini, loe terlambat yo" ucap agni seraya menepuk bahu Rio pelan. 
dan berlalu pergi meninggalkan area pemakaman.

"emh,Rio, tante mau kasih ini, ini dari shilla, baca ya" ucap mama hilla seraya memberikan sebuah amplop surat, pada Rio. "tante sama om duluan ya"lanjutnya,

**

Rio membuka amplop itu perlahan, lalu mulai membaca surat itu.

**

Dear Rio,
hai, my prince, hehe. sorry kalau gue manggil loe prince, tapi untuk terakhir kalinya kok, tenang aja. Yo, mungkin saat loe baca surat gue ini, gue udah tertidur tenang. gue udah ga ada di dunia ini lagi, tapi gue akan slalu disisi loe walau kita di dunia yang berbeda,
kini bulanmu yang dulu brsinar tlah kembali redup, bulan itu tak dapat lagi mendampingi sang malam, terimakasih, kau tlah sentuh hidupku, tlah menemani hari2ku dan sekarang aku tak lagi sanggup menemani hari2mu karna waktuku telah habis,
gue sayang banget sama loe rio, jangan pernah lupain kenangan saat kita bersama dulu, gue cuma berharap loe jangan pernah menangisi gue, tapi tersenyumlah untuk gue, walau gue ga disamping loe,
satu permintaan terakhir gue, bulan depan saat pensi sekolah, loe mau ya nyanyiin satu lagu buat gue, cuma buat pertanda klo loe masih mengenang gue, I LOVE YOU mario bintangku yang tak pernah tergapai olehku
_Ashilla_

**

air mata Rio semakin mengalir deras, cuaca pun semakin mendung seakan mengerti perasaan Rio saat ini.
"shilaaaaa, maafin gue, gue ga tau kalo selama ini loe suka sama gue, shilaaa" Rio menangis dalam derasnya hujan kala itu.

**skip**

sebulan kemudian,
dengan jaz putihnya dan dasi biruitu Rio terlihat sangat tampan. terlebih ketika ia melemparkan senyuman manisnya.

**

penampilan terakhir kali ini adalah penampilan Rio, rio terlihat menuju kearah piano dan bersiap utk memainkan alat musik didepannya itu
Takkan pernah habis air mataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tahu
Mengapa sampai saat ini ku masih sendiri
Adakah disana kau rindu padaku
Meski kita kini ada di dunia berbeda
Bila masih mungkin waktu berputar
Kan kutunggu dirimu ¦

Biarlah ku simpan sampai nanti aku kan ada di sana
Tenanglah diriku dalam kedamaian
Ingatlah cintaku kau tak terlihat lagi
Namun cintamu abadi

Rio terus dengan lincah penuh penghayatan menekan tuts tuts piano tsb, kembali bernyanyi,dan beberapa saat kemudian selesai menyanyikan lagu tsb.

**

" tak bisa kupungkiri, bayangan hadirmu masih melekat jelas dalam selubung sanubariku, tak mudah bagiku melupakanmu yang pernah hadir dihidupku, ashilla."






_the end_

0 komentar:

Poskan Komentar